Home Khas Nama Jalan yang Unik Ini Ada di Siantar…

Nama Jalan yang Unik Ini Ada di Siantar…

SHARE

isiantar.com – Umumnya masing-masing daerah memiliki tata cara dan aturan tersendiri dalam pemberian nama jalan. Memang tidak melulu harus nama pahlawan atau pun simbol-simbol yang punya makna atau dipahami orang seantero nusantara. Sebab boleh juga nama tersebut cukup memiliki aspek historis atau pemahaman kuat dalam konteks lokal saja.

Begitulah di Kota Pematangsiantar, isiantar.com menemukan ada setidaknya dua nama jalan yang terbilang unik. Maka kemudian, merupakan hal wajar jika pembaca bertanya benarkah nama tersebut adalah nama resmi yang diberikan?

Yang pertama ialah, Jalan King Edward’s.

Jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, ia bisa menjadi Jalan Raja Edward. Plank Jalan ini terletak di tepi lintasan kereta api antara Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Baru, yang aksesnya tembus ke samping Gedung Olah Raga (GOR).

Jalan King Edward’s

Jalan ini cukup unik. Dan benak kebanyakan orang yang melihatnya langsung mencoba mengasosiasikan apa hubungan kota ini dengan Kerajaan Inggris. Sebab bukankah King Edward itu orang sana?

Saat dicoba ditanya kepada kepala pemerintahan setempat, Hamzah F Damanik, selaku Lurah melalui seorang pegawai di kantornya, mengatakan, sebenarnya berdirinya plank jalan bernama King Edward itu hanyalah ulah iseng salah seorang warganya. Nama asli jalan tersebut ialah Jalan Pattimura yang menyatu dengan jalan di sisi timur GOR.

Lalu, Jalan Ompung Nami.

Jalan ini boleh dibilang salah satu cabang dari jalan besar Viyata Yudha, Kelurahan Bah Kapul. Jika kita dari pusat kota menuju arah Tojai, sekitar seratus meter setelah melewati kantor Kehutanan, kita akan melihat plank Jalan Oppung Nami di sisi kanan.

Jalan Ompung Nami

Ompung Nami adalah bahasa lokal yang artinya Nenek Kami atau Leluhur Kami. Membaca nama jalan ini menciptakan sensasi menggelitik di pikiran. Sebab penggunaan frasa “ompung nami” di tempat seperti itu lebih cenderung mengajak imajinasi pada leluhur yang telah tiada.

Bahrum Damanik, selaku Lurah setempat mengaku juga pernah melihat plank jalan tersebut. Namun katanya nama itu bukanlah nama jalan resmi yang diberikan pemerintah. Tapi nama yang diberikan oleh penduduk setempat.

(feb)