Home Artikel Mengapa Kita Tak Suka Mendengar Suara Kita Sendiri?

Mengapa Kita Tak Suka Mendengar Suara Kita Sendiri?

SHARE
Ilustrasi.

isiantar.com – Kebanyakan orang tak suka mendengarkan rekaman suaranya sendiri. Meski di saat berbicara merasa sudah menata dengan baik suara yang bakal keluar dari mulutnya, faktanya, kebanyakan orang kalau bisa ingin mengelak saat akan diperdengarkan suaranya yang sudah direkam.

Orang yang pernah merekam atau direkam suaranya pasti menyadari maksud tulisan ini. Ketika suara kita yang sudah direkam diputar kembali, kita merasa suara kita itu aneh seperti bukan suara kita. Mungkin terlalu cempreng, melengking atau bahkan fals. Suara dari rekaman itu tak seperti suara kita yang kita dengar sendiri saat kita berbicara.

Apakah alat perekamnya yang rusak? Ternyata tidak. Dan ternyata sebagaimana suara yang keluar dari alat perekam itulah sebenarnya suara kita yang didengar orang setiap hari. Untuk mengetahui hal ini kita harus mencoba mengingat kembali mata pelajaran IPA.

Begini, saat kita berbicara, suara kita pertama sekali akan merambat sebagai gelombang di udara agar sampai ke otak orang yang mendengar kita. Gelombang itu lalu ditangkap daun telinga lalu disalurkan melalui kanal menuju gendang telinga. Di sinilah gelombang itu diubah menjadi getaran. Selanjutnya, getaran tersebut harus menjelajahi tiga tulang pendengaran. Begitu tiba di koklea atau rumah siput, frekuensi atau banyaknya jumlah getaran akan disesuaikan. Akhirnya, getaran dibawa menuju otak untuk diproses dan dikenali sebagai suara kita.

Nah proses itu berbeda dengan proses ketika kita mendengar suara kita sendiri saat berbicara — meski terjadi di waktu yang sama. Ternyata, otak kita tidak hanya memproses getaran suara kita yang merambat di udara. Saat berbicara atau bersuara, pita suara kita memproduksi getaran yang dapat merambat melalui tulang-tulang. Dan begitu sampai di tengkorak, ruang akustik kepala kita menurunkan frekuensi getaran sebelum dikirim ke sistem pendengaran dalam kita. Akibatnya, otak kita menerjemahkan getaran tersebut menjadi suara yang lebih nge-bass, bulat dan merdu.

(Baca Juga: Cuci Piring Bikin Masa Depan Anak Lebih Baik)

Jadi perbedaannya, teman kita hanya mendengar dari satu sumber sementara kita mendengar suara kita sendiri lewat perpaduan dua sumber suara. Untuk menguji ini, kita bisa mencobanya dengan cara berbicara sambil menutup telinga dengan jari dan fokus mendengarnya. Pasti berbeda.

Jadi mengapa kita tidak menyukai suara kita sendiri yang direkam? Mungkin hanyalah karena kita tidak terbiasa. Tapi, apapun itu, Anda suka atau tidak, faktanya begitulah suara Anda yang didengar orang-orang selama ini. [feb]