Home Hukum Kantor Adiaksa Digeledah Lagi, Hefriansyah akan Dipanggil sebagai Saksi

Kantor Adiaksa Digeledah Lagi, Hefriansyah akan Dipanggil sebagai Saksi

SHARE
Seorang pegawai BPKD Siantar menutupi wajahnya saat digiring memasuki bus oleh personil Poldasu untuk diboyong ke Mapoldasu, Kamis (11/7/2019). (isiantar/nda).

Siantar — Belum usai keterkejutan publik khususnya pegawai kantor BPKD oleh Operasi Tangkap Tangan (OTT) Pungli pada Kamis pekan lalu, Unit Tipikor Poldasu kembali datang menggeledah kantor yang dipimpin Adiaksa Purba itu, Jumat pagi (19/7/2019).

Kompol Roman, Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus yang memimpin penggeledahan mengatakan, penggeledahan itu pengembangan dari kasus OTT Pungli pada Kamis lalu — yang telah menetapkan Adiaksa Purba dan Erni Zendrato (Bendahara BPKD) sebagai tersangka.

Kehadiran personil Poldasu kali ini tampak membuat pegawai BPKD langsung ‘kabur’ meninggalkan ruang kerjanya. Bahkan beberapa terlihat bergegas pergi meninggalkan kompleks balaikota. Sebelumnya, pada OTT Kamis lalu, sebanyak 16 orang pegawai yang ditemukan di kantor tersebut ikut diboyong ke Mapoldasu dengan menggunakan bus komersil carteran, dan dipulangkan keesokan harinya.

Dari penggeledahan ini polisi terlihat mengambil sejumlah dokumen yang dimasukkan ke dalam boks plastik.

Selain bahwa kasus ini bukan hanya kasus pungli insentif pegawai, tetapi juga dugaan korupsi terhadap uang lembur pegawai, Roman juga memastikan dalam kasus ini pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap walikota Hefriansyah dengan status sebagai saksi. “Untuk pemeriksaan walikota, kita akan melaksanakan pemeriksaan walikota sebagai saksi,” katanya.

Akan Ikut Dipanggil, Sekda Siantar Budi Utari Enggan Berkomentar

Hal lain yang terungkap dari wawancara Roman dengan wartawan di sela penggeledahan itu adalah, selain terhadap kantor BPKD penggeledahan juga dilakukan terhadap rumah Kepala BPKD Adiaksa Purba. Dan juga, selain pemanggilan terhadap Hefriansyah sebagai saksi, pemanggilan juga akan dilakukan terhadap Sekda Budi Utari.

Sementara Budi Utari yang terlihat berada di gedung DPRD untuk menghadiri rapat saat penggeledahan itu berlangsung, menolak memberi penjelasan publik atau sekadar tanggapan mengenai kasus OTT Pungli dan penggeledahan tersebut.

“Sama Aspem (Asisten Pemerintahan, Leonardo Simanjuntak) saja, dia yang mendampingi di sana, sama Aspem saja,” elaknya sambil bergegas ke ruang rapat. [nda]