Home Komunitas Jayadi Upayakan Siantar Jadi Tempat Penyelenggaraan PON, Tapi…

Jayadi Upayakan Siantar Jadi Tempat Penyelenggaraan PON, Tapi…

SHARE
Ketua KONI Kota Siantar, Jayadi Sagala. (isiantar/nda).

isiantar.com – Ketua KONI Kota Siantar, Jayadi Sagala, tengah mengupayakan agar Siantar diikutkan sebagai kota tempat penyelenggaraan kompetisi Pekan Olahraga Nasional (PON).

Hal itu diupayakan Jayadi menyusul hasil Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI di Jakarta 24 April 2018 lalu, yang telah menetapkan Sumatera Utara dan Aceh sebagai tuan rumah PON ke-21 di tahun 2024 nanti.

Dengan keputusan Musornaslub itu, Jayadi berkeinginan agar di PON ke-21 nanti Kota Siantar terlibat sebagai kota tempat penyelenggaraan pertandingan — setidaknya untuk dua jenis cabang olahraga.

“Kita juga sudah berjuang ke Provinsi biar tahun 2024 Siantar mendapat dua cabang olahraga untuk tuan rumah,” ungkap Jayadi dengan optimis saat acara Ngobrol Santai Soal Siantar bareng Alpeda Sinaga yang digelar di Grand Palm Hotel, Jalan MH Sitorus, Sabtu 9 Februari 2019.

Jayadi mengesankan optimismenya itu dilandasi kondisi riil dimana dari aspek kelengkapan sarana penunjang untuk menjadi tuan rumah PON, seperti aspek transportasi, aspek perhotelan, dan perbankan, kota Siantar sudah memenuhi.

Tetapi di saat yang sama, Jayadi juga mengungkapkan adanya kekurangan Kota Siantar yangmana kekurangan itu justru pada poin persyaratan yang prinsipil, yakni ketiadaan prasarana olahraga di kota ini baik GOR atau Stadiun Olahraga. Untuk hal itu Jayadi hanya berharap agar prasarana olahraga tersebut sudah ada sebelum PON ke-21 diselenggarakan.

Perihal ketiadaan prasarana olahraga yang kompatibel di kota yang pernah dibangga-banggakan sebagai kota kedua terbesar di Sumut setelah Medan — yang mengusung tagline Mantap Maju dan Jaya ini — memang sangat mengecewakan masyarakatnya.

Apalagi ketiadaan itu sudah berlangsung bertahun-tahun dan ditingkahi janji-janji pembangunan yang tak kunjung terwujud.

“Pernah kita berpikir mungkin pemko dan DPRD kita ini sedang sibuk membenahi sektor lain misalnya manajemen pemerintahan atau pembangunan fisik atau sektor budaya, makanya belum fokus membenahi sektor pemuda dan olahraga. Tapi sepertinya gak ada koq nampak perkembangan di bidang apapun. Makanya kita bingung, mereka ini ngapain aja sebenarnya,” ungkap Hottua, salah seorang warga yang ditemui di salah satu warung kopi kawasan Simpang Empat. [nda]