Home Fokus Hefriansyah: Mari Kita Haramkan Bicara Perbedaan

Hefriansyah: Mari Kita Haramkan Bicara Perbedaan

SHARE
Hefriansyah Noor. (Sumber: Humas Pemko Pematangsiantar)

isiantar.com – Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah Noor, mengajak seluruh pihak untuk menyadari betapa indahnya hidup di dalam kebhinekaan.

Ajakan itu disampaikan saat memberi kata sambutan untuk acara Silaturahmi Pemuda dan Syukuran Tahun 2018 yang digelar DPD KNPI Kota Siantar, di Restaurant Internasional, Jalan Gereja, Kamis 11 Januari 2018.

Dikatakannya, sebagaimana yang telah terlebih dahulu disadari para pahlawan pendiri negara ini, bilapun ada perbedaan terkait suku atau ras dan jenis kelamin, itu merupakan keindahan yang adalah karunia ilahi.

“Saya selalu tidak bosan-bosan (mengatakan), kita ini bersaudara, minimal sebangsa dan setanah-air, minimal se-bumi Habonaron Do Boda,” ucapnya. Hefriansyah kemudian melanjutkan, “tolonglah, kita haramkan berbicara primordialisme di sini, kita haramkan berbicara perbedaan di Kota Pematangsiantar. Kita haramkan. Bahwa kita jelas, founding father kita, negara kita negara azas Pancasila. Ya udah, harga mati, itu dasar negara kita”.

Hefriansyah yang hadir dengan memakai kemeja berwarna hitam dilapis jaket custom KNPI, menceritakan, di pagi hari sebelum ia menghadiri acara itu ia sempat bertemu dengan ketua STT (Sekolah Tinggi Teologi, red).

Dalam pertemuan itu mereka berbincang dan bertanya-jawab tentang siapa manusia ciptaan Tuhan pertama sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Dalam tanya jawab itu, jawaban mereka berdua sama yakni Adam dan kemudian Hawa.

Cerita pertemuan dengan Ketua STT itu kemudian ia letakkan sebagai landasan untuk menjelaskan bagaimana kemudian manusia selanjutnya, keturunan Adam dan Hawa, kita saat ini, bisa ditakdirkan terlahir di tempat yang berbeda-beda.

“Begitu lahir keturunan anak-cucu Adam,  ada yang merantau ke Turki, ada yang merantau ke Afrika, ada yang merantau ke Cina Daratan. Sama macam kita. Ada saudara kita yang lahir di Tanah (Pulau) Jawa, pindah kemari. Ada juga suku kita, suku Simalungun, merantau ke Tanah Jawa. Jadi makanya saya bilang, saya berharap, tolong kita haramkan hal yang demikian.

Berbeda-beda bangsa, berbeda beda suku agama, itulah keindahan. Pelangi tidak indah kalau tidak ada merah kuning dan hijau. Indonesia juga tidak indah (bila) tidak ada Bhineka Tunggal Ika. Itulah keindahan,” ucapnya.

 

Jangan Mau Jadi Nomor Dua

Hefriansyah dalam kesempatannya memberi kata sambutan itu juga menyinggung satu hal yang disebutnya sebagai kesalahpahaman sejumlah pihak dalam membaca tabel kota-kota paling toleran se-Indonesia yang dirilis oleh lembaga SETARA Institute.

Dari beberapa orang yang didengarnya berbincang tentang predikat kota toleran, kata Hefriansyah, ia beberapa kali geram saat mendengar orang menyebut Pematangsiantar berada pada posisi nomor dua.

Dijelaskannya, bahwa penempatan Kota Pematangsiantar pada urutan dua di tabel kota-kota paling toleran se-Indonesia yang dirilis SETARA Institute itu adalah dikarenakan peletakannya berdasar pada urutan abjad, sehingga Kota Menado yang skornya sama dengan Kota Pematangsiantar dan juga Kota Salatiga diletakkan pada posisi paling atas pada tabel.

“Siapa bilang Pematangsiantar kota toleran nomor dua? Skornya sama (ada) tiga kota, cuma karena di susunan abjad huruf ‘M’ duluan daripada ‘P’, jadi Manado duluan (ditulis). Jadi jangan mau dibilang nomor dua, kita buktikan, kita nomor satu selalu,” ucap hefriansyah disambut tepuk tangan seluruh undangan di acara itu.

 

Melangkah Bersama Menuju Masa Depan

Acara Silaturahmi Pemuda dan Syukuran Tahun 2018 yang dirangkai dengan gelar Diskusi Publik bertema Peran Pemuda dalam Mensukseskan Pembangunan Menuju Siantar Mantap Maju dan Jaya, dihadiri para pengurus organisasi yang berhimpun di bawah naungan DPD KNPI Kota Siantar.

Parlaungan Purba, sebagai Ketua DPD KNPI Kota Siantar, dalam sambutannya mengatakan, acara itu digelar dalam semangat keakraban pemuda untuk mewujudkan pembangunan yang lebih baik lagi ke depan sebagaimana cita-cita bersama.

“Bagaimana kita bisa bergandengan tangan, melangkah bersama untuk pembangunan ke depan, itu harapan kita dari KNPI untuk kita semua,” kata Parlaungan.

Acara itu turut dihadiri Tongam Pangaribuan yang mewakili Ketua DPRD  Kota Siantar. Dandim 0207/Simalungun, Robinson Tallupadang. Kasat Bimas Polresta Siantar, mewakili Kapolres. Kadis Pariwisata, Fatimah Siregar. Kepala Badan Kesbangpol, Lukas Barus. Dan sejumlah tokoh pemuda. [nda]