Home Hukum Hefriansyah diminta berani tertibkan Studio Hotel

Hefriansyah diminta berani tertibkan Studio Hotel

SHARE

isiantar.com – Plh Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah Noor, diminta berani untuk menertibkan bangunan tempat hiburan malam Studio Hotel dan Restaurant City, yang didirikan persis di tepi sungai Bah Biak, Jalan Parapat.

Permintaan ini disampaikan aktivis Sahabat Lingkungan (SaLing) Rado Damanik, Minggu malam (16/7/2017).

Rado mengatakan, terlepas dari bagaimana dampak dari beroperasinya tempat hiburan malam itu bagi warga Kota Siantar, namun secara perundang-undangan, bangunan Studio Hotel dan Restauran City diduga kuat didirikan dengan melanggar aturan. Aturan dimaksud antara lain PP 38 Tahun 2011 Tentang Sungai dan UU No. 26 tahun 2007 Tentang Tata Ruang.

Pasalnya, bangunan tersebut didirikan persis di tepi sungai Bah Biak. Padahal pada dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Studio Hotel, seharusnya posisi bangunan tersebut berjarak 12 meter dari tepi sungai.

Selain diyakini melanggar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 28/PRT/2015 Tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Danau, dari dukomen terbaru yang didapatkan SaLing, yakni Peta Rencana Tata Ruang dan Wilayah, ternyata bangunan Studio Hotel juga dibangun di kawasan terlarang yakni Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Peta RTRW Pematangsiantar. (sumber: Dok. SaLing)

“Makanya kita kembali meminta walikota untuk menertibkan bangunan tersebut. Termasuk juga berani memberikan sanksi-sanksi terhadap pihak-pihak yang kita duga terlibat dalam pelanggaran ini,” kata Rado.

Desakan yang sama agar pemko menindak bangunan Studio Hotel juga disampaikan Sekretaris Eksekutif Government Monitoring (GoMo) Gunawan Purba.

Bahkan dalam wawancara Senin pagi (17/7/2017), Gunawan menyinggung agar keberanian Hefriansyah tidak hanya bagi kaum kecil seperti pedagang kaki lima, yang notabene adalah “motor” terbesar bagi roda perekonomian di kota ini.

“Ini sudah lama menjadi sorotan publik, dan walikota selama ini bungkam tanpa gerakan untuk itu. Padahal secara kasat mata saja pelanggaran itu dapat terlihat dengan jelas. Jadi kita minta Plh Walikota sekarang, Pak Hefriansyah, berani menindak bangunan itu sebagaimana kita dengar ia sudah berbulan-bulan dengan tegas memerintahkan instansinya untuk mnertibkan terhadap para Pedagang Kaki Lima (PKL),” tegas Gunawan. [ry]