Home Hukum Generasi Muda NU Gelar Aksi Dukung Kapoldasu

Generasi Muda NU Gelar Aksi Dukung Kapoldasu

SHARE
Koordinator aksi simpatik GMNU, Arif Harahap, membacakan pernyataan sikap di depan Mapolres Pematangsiantar, Rabu (13/3/2019). (isiantar/nda).

isiantar.com – Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Kota Pematangsiantar menggelar aksi simpatik berupa long-march dan pengumpulan tanda-tangan dukungan masyarakat terhadap Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto untuk menindak tegas para perusuh dan pembuat onar yang mengancam keamanan, Rabu (13/3/2019) siang.

Aksi ini dimulai dari Lapangan Adam Malik, lalu ke Jalan Merdeka dan Sutomo, dan kemudian berpuncak di depan Mapolres Pematangsiantar Jalan Sudirman.

Di depan Mapolres, di hadapan massa yang membentang spanduk dan poster bergambar Irjen Pol Agus Andrianto, koordinator aksi Arif Harahap menyampaikan orasi dan pernyataan sikap.

Adapun empat poin pernyataan sikap GMNU adalah; (1) Mendukung penuh sikap, tindakan dan kebijakan Kapoldasu dalam mewujudkan Sumatera Utara yang aman, damai, tertib dan kondusif, (2) Meminta kepada Kapoldasu untuk menindak tegas para perusuh, mengancam keamanan dan keonaran khususnya pada oknum-oknum yang mencoba membubarkan kegiatan Harlah NU di Tebing Tinggi, (3) Mengecam pernyataan Raden Muhammad Syafii yang berpotensi memecah-belah masyarakat Sumatera Utara, (4) Meminta Kapolri untuk mempertahankan Irjen Pol Agus Andrianto yang sangat dicintai warga Sumatera Utara untuk tetap menjabat sebagai Kapolda Sumatera Utara.

Dalam orasinya, GMNU juga menilai pernyataan Anggota Komisi III DPR RI, Raden Muhammad Syafii, yang tersebar di media beberapa hari belakangan tentang akan merekomendasikan pencopotan Kapoldasu pasca terjadinya kericuhan di kegiatan Harlah NU di Tebing Tinggi, sebagai bentuk provokasi untuk memecah-belah masyarakat Sumut. Sebab pernyataan Raden Muhammad Syafii itu dinilai berbanding terbalik dengan fakta yang dilakukan Kapoldasu demi menegakkan hukum di wilayah ini.

Aksi long-march GMNU di Jalan Sutomo.

Hal senada juga disampaikan orator lain yakni Iskandar Nasution yang merupakan salah seorang pengurus GP Ansor Kota Siantar. Iskandar mengecam Raden Muhammad Syafii karena pernyataannya itu dinilai sebagai upaya mengobok-obok ketentraman masyarakat di wilayah ini.

“Kami dari GMNU menjadi garda terdepan membela, mem-backup, mendukung Kapolda Sumatera Utara. Kami tidak main-main, kami akan kerahkan lagi yang lebih besar dari ini. Ini hanya sebagian yang hadir,  tetapi kalau masih ada gangguan-gangguan kepada Kapolda Sumatera Utara, kami Generasi Muda Nahdlatul Ulama siap membantu, siap mempertahankan, dan siap menjaga NKRI.

Kita juga di kota Pematangsiantar tidak mau diobok-obok, kita lawan paham-paham radikal, kita siap untuk itu, masyarakat kota Pematangsiantar cinta damai, tidak boleh ada paham-paham radikal di kota Pematangsiantar, kami siap untuk yang terdepan,” ujar Iskandar.

Kehadiran massa ini diterima oleh Wakapolres Pematangsiantar Amakhoita Hia.

Sebelum menerima spanduk besar berisi tanda-tangan dukungan masyarakat terhadap Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto yang diserahkan GMNU, Amakhoita terlebih dahulu menyatakan apresiasinya terhadap massa dan NU yang disebutnya sebagai pelopor kesatuan dan persatuan.

Salah seorang warga menyempatkan berhenti untuk membubuhkan tandatangan dukungan terhadap Kapoldasu.

“Kami dari Polres Pematangsiantar merasa  salut bahwa masih ada yang peduli pada keamanan dan ketertiban di wilayah kita. Untuk itu sekali lagi kami ucapkan terimakasih,” ucapnya. [nda]