Home Seni & Wisata Diawali Ritual, Pembangunan Pelabuhan Simanindo Dimulai

Diawali Ritual, Pembangunan Pelabuhan Simanindo Dimulai

SHARE
Prosesi pemacangan tiang pembangunan pelabuhan Simanindo.

isiantar.com – Prosesi pemacangan tiang pertama untuk pekerjaan pembangunan Dermaga Simanindo, Kabupaten Samosir,  telah dilaksanakan Rabu (1/1/2017). Prosesi itu dimulai dengan gelaran ritual singkat di tepi danau tempat pembangunan dermaga tersebut.

Pemacangan tiang pertama ini dihadiri langsung oleh Bupati Samosir, Ketua dan anggota DPRD Samosir, Kapolres, Kasi Rancang Bangunan Sungai dan Darat Kementerian Perhubungan RI, Kepala Badan Pertanahan Samosir, pimpinan SKPD, Camat Simanindo, dan Kepala Satker Kementerian Perhubungan Wilayah Provsu beserta tokoh masyarakat.

Pembangunan peningkatan pelabuhan Simanindo yang disebut akan bertaraf internasional merupakan proyek yang dibiayai dari dana APBN Kementerian Perhubungan RI. Pembangunan ini ditujukan sebagai bagian dari peningkatan fasilitas pelayanan kepada pengguna jasa angkutan danau untuk penyeberangan trayek Simanindo-Tigaras.

Ritual yang digelar dalam prosesi tersebut merupakan bagian dari budaya Batak yang belakangan sering juga disebut dengan pesta pembangunan. Khususnya di Samosir, budaya seperti ini sangat melekat khususnya untuk kegiatan yang bersinggungan dengan danau. Tujuan dan ritual adalah berdoa agar seluruh proses pengerjaan berjalan dengan baik dan lancar.

Seusai ritual, Bupati Samosir. Rapidin Simbolon, selanjutnya melakukan pemukulan gong sebagai tanda diresmikannya pengerjaan peningkatan pelabuhan simanindo. Dalam pidato sambutannya, bupati menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Perhubungan RI yang telah memberi perhatian untuk membangun pelabuhan Simanindo menjadi pelabuhan bertaraf internasional.

Bupati juga mengajak masyarakat agar mendukung segala program yang akan dilaksanakannya. Sebagai destinasi wisata, pembangunan pelabuhan itu diyakini akan meningkatkan daya tarik Samosir yang diharapkan akan kembali menjadi daerah kunjungan wisata internasional. Sekaitan dengan tujuan itu masyarakat diajak untuk melayani setiap pengunjungan dengan jiwa kekeluargaan, senyum, tulus, ikhlas. “Jadikan para pengunjung sebagai, raja” imbuhnya. [win]

Sumber : Humas Pemkab Samosir.